 |
| Sedang Membaca Fordisastra |
Saat ini ada, 13 tamu 0 member yang sedang online.
Anda bukan member. Silakan daftar di sini, gratis! |
|
 |
|
|
 |
Antara Kemayaan dan Kenyataan
Selamat datang kawan.
Pada
22 November 2005 didirikan situs fordisastra.com, yang bercita-cita menjadi
ajang kreasi para penggiat sastra di seluruh nusantara. Pengelola situs ini berharap
fordisastra.com dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan sastra di jagad
maya, nusantara dan dunia, dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk
mengembangkan karya sastra melalui media internet. Media internet dipilih sebagai ajang kreasi bukan
berarti para pengelola menafikan media-media lain di luar itu, seperti buku,
majalah, koran, pementasan dll. Ke depan
fordisastra.com, jika memungkinkan, akan membuat sebuah penerbitan buku,
majalah, koran atau mengadakan pementasan-pementasan yang lebih fisik sifatnya
dibanding perjumpaan-perjumpaan di dunia maya melalui media internet ini saja.
Setelah
sukses mengadakan lomba penulisan puisi pada Ulang Tahun pertamanya tahun 2006
lalu, kini di usianya yang menanjak dua tahun,
fordisastra.com. meluncurkan sebuah antologi puisi berjudul Kemayaan dan Kenyataan dalam format dokumen
elektronik pdf.
Silakan didownload
Redaksi Fordisastra.com Nanang Suryadi - Dino F Umahuk - Hasan Aspahani
|

Reads: 9 |
Cerita Yang Tertinggal Dikirim oleh redaksi-2 pada Sunday, 11 May 2008
gheta menulis " Kita terbang berkendara camar Lalu berhenti di sebuah awan merah
Melumat habis tubuh Membagi peluh yang hangat Dan hati yang hampir beku
Lalu jatuh memberat Membelah awan Peraduan kita
Selingkuh Menyesakkan suka
Juga duka Saat luka-luka Makin membias Erat peluk perlahan lepas
: Wajahmu samar, seperti kisah selintas camar
Mei 2008 "
(selengkapnya... Puisi | Nilai: 0) |

Reads: 8 |
Puisi buat Dede Dikirim oleh redaksi-2 pada Friday, 09 May 2008
Anonymous menulis "A.Rahim Qahhar
Alfi, Aku Terhutang Puisi
aku tak mengerti kenapa ayahbunda memilih Izrail saat latihan bersama meski masih ada seratus puisi lagi mengajak kita tak henti bercanda
ayahbunda menabalkan maulana seribu bulan pada bulan ketujuh ayunanmu runtuh sayap Izrail rebah di bubung rumah
peluncuran karya peluncuran airmata kaubuka pintu surga bagi ayahbunda
maulana ya maulana aku terhutang agah terhutang tawa terhutang canda terlihat cucu rindu pangku
alfi, alfi, aku terhutang puisi padamu entah bila kulunasi
"
(selengkapnya... Puisi | Nilai: 0) |

Reads: 6 |
Ingin kureguk Dikirim oleh redaksi pada Thursday, 08 May 2008
The_Charming_Aurora menulis " Ingin kureguk dingin air pada senyummu
Karna dahaga rindu Tlah mengemaraukan musim "
(selengkapnya... | Nilai: 0) |

Reads: 7 |
Sajak Ranting Patah Dikirim oleh redaksi pada Thursday, 08 May 2008
alfian menulis " Biarkan buih itu mengalir ketepian danau yang terserak ranting-ranting patah Terburai diantara pasir putih, menoreh sebuah harapan jiwa
Jangan lagi kau sentuh pintu surau itu Jika masih berbisa lidahmu
Usah kau toreh do'a dalam azimat kata-katamu Bila jua kau simpan dusta
Biarkan buih itu mengalir ketepian danau yang terserak ranting-ranting patah
Terburai diantara pasir putih, menoreh sebuah harapan jiwa
"
(selengkapnya... Puisi | Nilai: 0) |

Reads: 7 |
Selalu untukmu Dikirim oleh redaksi pada Thursday, 08 May 2008
The_Charming_Aurora menulis " Aku masih hidup Sebagai perapian dalam hatimu Agar tetap kau rasa hangat Dalam kebekuan musim-musim
Mungkin malam slalu gelap pekat Namun, akulah cahaya yang memelukmu erat
Lalu, apa lagi yang menyangsikanmu?
(Terus saja aku disetubuhi rindu Karna jejakmu terus tinggal Sedang kepergianmu kurasa nyata) "
(selengkapnya... | Nilai: 0) |
| | |
|
| Kategori Artikel |
| Blok ini kosong. |
| Artikel Terhangat |
| Belum ada berita besar hari ini. |
| Apresiasi Karya |
| Blok ini kosong. |
|
|