Menu Fordisastra
· Home
· Account Anda
· Arsip Naskah
· AvantGo
· Beritahu Teman
· Content
· Downloads
· Ensiklopedi
· Kirim Naskah
· Saran Anda
· Topics
· Yang Terbanyak

Sedang Membaca Fordisastra
There are currently, 12 guest(s) and 0 member(s) that are online.

You are Anonymous user. You can register for free by clicking here

Cari!



yang tercecer di karimunjawa


Puisi
Posted on Wednesday, May 26 @ 00:15:48 EDT by redaksi

dusone writes "
I
hanya air, ya, hanya air. yang terhampar di
hadapan. tak ada batas, kiranya. perahu kecil
penangkap ikan. dan gugusan pulau di kejauhan.
o betapa kecil nian ini badan. terbanting
berbanding seluruh karunia tuhan.

II
bermacam ekspresi terpampang di wajah para
penyeberang. gurat lelah, tubuh lemah tak nampak
sudah. apakah mereka merindukan orangorang yang
ditinggalkannya? sungguh, baru sebentar aku
meninggalkanmu, tapi sudah terasa lama rindu ini
di dada. sabarlah, aku pasti kembali untukmu.

III
wajahwajah di atas geladak. bau air laut dan
keringat para penyeberang. berbagai tujuan di
masingmasing benak. tak berhitung dengan apa yang
dipertaruhkan. daratan di ujung mata menjanjikan
harapan. segera berlabuh kapal, mudahmudahan.

IV
aku sedang mendamparkan diri, di pulau sunyi.
bukan untuk menjauh darimu, sebab tetap kubawa
rinduku padamu. tak ada televisi di sini,
sayangku, aku tak bisa menyapamu. tapi, tak apa,
kau tahu betapa televisi tak begitu aku suka.
haruskah kukatakan pada dunia, betapa rindu ini
begitu terasa.

V
hujan membasahi hamparan pasir di sepanjang
pantai. hembus angin membuat pohonpohon kelapa
bergoyang. seperti gerak penari yang gemulai.
serasa alam sedang berdendang senang. kicau
burung pagi tadi, kini sudah tak ada lagi. hembus
angin, deru mesin kapal, bau air laut. mengiringi
rinduku padamu yang bersambut.

VI
pasir basah sehabis hujan, seharian. kerlip lampu
kota daratan, di seberang lautan. apakah kau
rasakan sunyi ini, yang begitu menyesak hati?
mungkin kelak akan kau dapatkan, jawab dari semua
pertanyaan. kekasih, betapa rasa ini menyelinap
di dalam hati diamdiam mengendap. aku rindu
dirimu, sebagaimana parta penumpang perahu,
ketika melihat tempat tujuan di ujung rayu.

VII
lenguh genset dan putaran kipas mengiringi
tidurku, tak ada suara jengkerik lagi. selamat
bobo sayangku, dan kita akan segera jumpa
kembali.

VIII
pulau. pantai. tehhangat. ketelagoreng.
pisangrebus. tak ada sarapan pagi. tak ada
listrik. tak ada televisi. suarasuara burung.
tupai. laut tenang. tak ada angin. mendung.

IX
dalam gelap malam perahu berjalan di tengah
lautan. tinggalkan kerlip lampu bak pasar malam
di daratan. desah angin yang tak terlalu kencang,
membawa hati sedikit tenang. sebab, mata tak lagi
dapat memandang arah petunjuk bintang. perahu
masih melaju tenang, meski ada riak gelombang.
perjalanan yang cukup menegangkan, berakhir
setelah perahu tiba di pelabuhan.

X
daratan o daratan. hati senang, teriak lantang.
"sayangku, sebentar lagi aku pulang"
"


 
Login
Nickname

Password

Don't have an account yet? You can create one. As a registered user you have some advantages like theme manager, comments configuration and post comments with your name.

Related Links
· More about Puisi
· News by redaksi


Most read story about Puisi:
perempuan sarkem, jogja


Article Rating
Average Score: 0
Votes: 0

Please take a second and vote for this article:

Excellent
Very Good
Good
Regular
Bad


Options

 Printer Friendly Printer Friendly


Associated Topics

Puisi

Download Terbanyak
There isn't content right now for this block.

Tajuk Serta Merta

Esai Sastra
[ Esai Sastra ]

·Buku Puisi "Ornamen Kesunyian"
·PUISI DAN BAYANG KENANGAN
·SEKILAS KARYA DAN KEKARYAAN
·Perginya Sipengembara
·MEMASUKI PINTU-PINTU PUISI, MEMAHAMI DUNIA IMAJINASI
·Panderman Hill
·Alamat media Cetak
·Fakta Manfaat- Mudharat Pilkada Langsung
·Metafora Birahi Laut Dino Umahuk*

Kategori Artikel
There isn't content right now for this block.

Login
Nickname

Password

Don't have an account yet? You can create one. As a registered user you have some advantages like theme manager, comments configuration and post comments with your name.

Artikel Terhangat
There isn't a Biggest Story for Today, yet.

Artikel Terdahulu
Monday, July 12
· NEGERI SEKOLTUT
· dua sajak perjalanan
· mereka bilang saya gila
Wednesday, May 26
· tentang : lumpur
· yang tercecer di karimunjawa
· kemana tak ada siapa
Saturday, May 22
· LIMA SAJAK SEBELUM TIDUR
· PUISI KEPADA KEMATIAN
· Kwatrin Tasbih
Monday, May 10
· Perempuan Kecil

Older Articles

Ensiklopedia
· Sastrawan Indonesia



Hak Cipta pada Penulis, jika anda akan mengutip silakan hubungi penulisnya dan menyebutkan sumber: fordisastra.com
PHP-Nuke Copyright © 2005 by Francisco Burzi. This is free software, and you may redistribute it under the GPL. PHP-Nuke comes with absolutely no warranty, for details, see the license.
Page Generation: 0.10 Seconds