Ketahui Inilah Kurma Ajwa Hadits

Banyak dari masyarakat yang menanykan soal kurma ajwa hadits apakah benar ada atau tidak. Memang benar bahwa kurma menjadi salah satu jenis makanan dari Timur Tengah yang begitu lekat dengan kehidupan Rasulullah SAW kala itu. Sehingga buah kurma begitu identik dengan dengan Nabi Muhammad SAW hingga saat ini. Akan tetapi benarkah jika ada hadist yang mencantumkan kurma jenis ajwa?

Pastinya anda mengetahui bahwa ada banyak sekali ragam jenis kurma yang bisa anda temui di tengah anda. Dimana masing masing pastinya memiliki ciri khas dan karakter yang berbeda meskipun sama sama merupakan jenis kurma. Salah satu diantaranya adalah jenis kurma date crown yang dilansir memiliki banyak khasiat yang bisa dirasakan. Buah yang memiliki bentuk kecil dan cenderung bulat ini memiliki kandungan serat yang begitu tinggi dan juga memiliki kandungan nutrisi yang tak kalah tinggi. Sehingga tak heran jika kurma jenis ajwa ini menjadi kurma yang banyak diminati oleh masyarakat. Akan tetapi kemudian banyak kabar yang beredar bahwa ada kurma jenjis ajwa ini diterangkan dalam Hadist Nabi Muhammad SAW. Maka berikut ini adalah info lengkapnya untuk anda.

  • Kurma jenis ajwa ini tercantum dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari nomor 5445 dan juga Hadist riwayat Muslim nomor 2047
  • Didalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim ini menceritakan bahwa anda dianjurkan untuk memakan buah kurma jenis ajwa ini sebanyak 7 buah setiap pagi hari
  • Didalam hadist menyebutkan bahwa saat anda mengkonsumsi ajwa sebanyak 7 buah setiap pagi hari maka akan mampu menangkal berbagai jenis racun yang mungkin akan masuk ke dalan tubuh
  • Pengkhususan terhadap jenis kurma dan jumlah yang dianjurkan untuk dikonsumsi ini termasuk perkara yang diajarkan sehingga harus diimani layaknya anda mengimani perkara jumlah rakaat dalam sholat dan lain sebagainya

Itulah info secara detail mengenai hadist tenang kurma jenis ajwa ini. Maka bisa disimpulkan bahwa hadist tersebut merupakan hadist yang shahih. Dengan begitu anda tidak perlu meragukannya dan selayaknya harus mempercayai atau mengimaninya.